Semarang | Riuh tepuk tangan mengiringi langkah ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) memasuki dunia perguruan tinggi. Gedung Serba Guna (GSG) UNIMUS, Kedungmundu, Semarang, Rabu (9/9/2026), berubah menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dari berbagai penjuru Nusantara hingga mancanegara dalam Masa Ta’aruf (Masta) Tahun Akademik 2026/2027 Gelombang II.

Suasana Masta berlangsung jauh dari kesan kaku. Puncak kemeriahan terjadi ketika Norina Fabrillia Rosa, mahasiswi semester 7 Fakultas Kedokteran UNIMUS, tampil membawakan lagu dangdut populer “Mati Lampu”.
Sontak, ribuan mahasiswa baru yang memenuhi GSG ikut bernyanyi dan bertepuk tangan. Sebelum memberikan sambutan, Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., bahkan turut melantunkan penggalan lagu tersebut sembari memperkenalkan Norina kepada mahasiswa baru.

Bagi Rektor, suasana tersebut bukan sekadar hiburan. Momen itu menjadi gambaran bahwa kehidupan kampus merupakan ruang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai potensi.
“Setiap mahasiswa yang kuliah di UNIMUS punya kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat apa saja di kampus ini,” kata Prof. Masrukhi.
Ia mengajak mahasiswa baru menjalani kehidupan kampus dengan rasa percaya diri dan kegembiraan. Menurutnya, menjadi bagian dari UNIMUS harus dimulai dengan semangat positif dan keberanian untuk berkembang.
“Memasuki kampus UNIMUS dan menjadi bagian dari UNIMUS berarti punya hati yang senang dan gembira. Jangan sedih dan berkecil hati,” pesannya.
Besarnya animo masyarakat terhadap UNIMUS tercermin dari jumlah mahasiswa baru tahun ini. Hingga 9 September 2026, tercatat 4.782 mahasiswa baru telah diterima. Jumlah tersebut telah melampaui target awal sebanyak 4.570 mahasiswa atau mencapai sekitar 104,64 persen.
Angka itu masih berpotensi bertambah karena pendaftaran mahasiswa baru UNIMUS dibuka hingga 30 September 2026. Khusus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi, pendaftaran berlangsung hingga 11 September 2026.
Pertumbuhan tersebut melanjutkan tren positif penerimaan mahasiswa UNIMUS dalam tiga tahun terakhir. Jumlah mahasiswa baru meningkat dari 3.806 orang pada 2024/2025 menjadi 4.080 orang pada 2025/2026, kemudian kembali naik menjadi 4.782 mahasiswa pada 2026/2027.

Karena tingginya jumlah mahasiswa baru, pelaksanaan Masta tahun ini dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama digelar Senin (7/9/2026), sementara gelombang kedua berlangsung Rabu (9/9/2026) secara luring dan daring melalui Zoom.
Wakil Rektor I UNIMUS Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., mengatakan mahasiswa baru tahun ini tersebar di sembilan fakultas dengan beragam jenjang pendidikan, mulai D3, D4, S1, Profesi, S2 hingga Spesialis.
Kesembilan fakultas tersebut yakni Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES), Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBI), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian (FSTP), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), serta Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH).
BACA JUGA
Mahasiswa diterima melalui berbagai jalur, di antaranya Jalur Rapor, Tes, Beasiswa, dan SBMPTMu. Saat ini UNIMUS memiliki 48 program studi yang terus dikembangkan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan dunia kerja.

Di balik angka 4.782 mahasiswa baru, tersimpan cerita tentang keberagaman. Mereka datang dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan Indonesia bagian timur.
Zulfikar, mahasiswa baru Program Studi S1 Statistika asal Manokwari, Papua, misalnya, memilih UNIMUS setelah mendapat rekomendasi dari keluarganya yang lebih dahulu berkuliah di kampus tersebut.
“Saya tahu UNIMUS dari saudara saya yang kebetulan berkuliah di UNIMUS, di D4 Teknologi Laboratorium Medis, dan saya disarankan untuk kuliah di sini,” ujar alumnus SMAN 2 Manokwari itu.
Cerita lain datang dari Maria Ansela Nahak asal Nusa Tenggara Timur. Ia memilih Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis karena tertarik dengan lingkungan UNIMUS yang dinilainya asri dan menyenangkan.
Keragaman tersebut semakin terasa dengan hadirnya mahasiswa internasional. Hingga saat ini, tercatat 98 calon mahasiswa internasional dari 18 negara mengikuti proses penerimaan di UNIMUS.
Mereka berasal dari sejumlah negara, antara lain Ghana, Tanzania, Timor-Leste, Pakistan, Sudan, Kamboja, Nigeria, Bangladesh, Thailand, Gambia, Palestina, dan Uni Emirat Arab.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah dan negara menjadi warna baru bagi lingkungan akademik UNIMUS. Interaksi lintas daerah dan budaya sekaligus menjadi bagian dari langkah kampus memperluas jejaring dan memperkuat atmosfer internasional.

Di tengah pertumbuhan jumlah mahasiswa dan semakin beragamnya latar belakang mahasiswa, UNIMUS menegaskan komitmennya membangun lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi semua.
Prof. Masrukhi mengatakan kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh secara utuh. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui seni, olahraga, organisasi, kreativitas, kepemimpinan, serta penguatan karakter.
UNIMUS juga berkomitmen menghadirkan suasana pendidikan yang nyaman, menyenangkan, memajukan, memuliakan, dan menggembirakan, sekaligus bebas dari bullying, diskriminasi, dan kekerasan.
Masta Gelombang II pun menjadi gambaran awal dari semangat tersebut. Dari lantunan dangdut yang menggoyang GSG, mahasiswa dari Papua dan berbagai daerah di Indonesia, hingga calon mahasiswa dari 18 negara, semuanya bertemu dalam satu ruang dengan cerita dan cita-cita masing-masing.
Bagi UNIMUS, 4.782 mahasiswa baru bukan sekadar angka penerimaan. Mereka adalah wajah baru kampus yang datang membawa potensi, pengalaman, budaya, dan mimpi yang berbeda.
Dari Masta inilah perjalanan mereka dimulai: datang dengan gembira, tumbuh dengan percaya diri, dan kelak membawa ilmu serta manfaat bagi masyarakat.
![]()
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UNIMUS • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca