ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan penggunaan pompa pemadam api (hydrant) di halaman Gedung Induk Siti Walidah, Sabtu (12/9/2026). Pelatihan ini menjadi agenda rutin untuk mendukung mitigasi kebakaran di lingkungan kampus.
Direktur Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) Taufiq Hidayat, S.E., menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan hydrant pada saat kebakaran. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana kebakaran di UMS.
“Kami dari DASP mencoba untuk memberikan pemahaman tentang keselamatan kerja, sehingga kenyamanan yang diberikan dalam pelayanan di gedung-gedung itu maksimal,” jelasnya saat ditemui usai pelatihan.

Pelatihan penggunaan hydrant tersebut diikuti oleh Satuan Tugas Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan, satuan pengamanan, tim kelistrikan, dan tim pengelolaan air.
Peserta mendapat pengarahan mengenai bagian, fungsi, dan cara kerja hydrant. Peserta pun diberi kesempatan untuk mempraktikkan pangsung penggunaan hydrant.
“Peserta belajar cara mengarahkan air hydrant untuk pemadaman api apabila terjadi kebakaran di gedung-gedung ini,” tambah Taufiq.
BACA JUGA
Taufiq menuturkan pelatihan pemadam kebakaran ini digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali. Menurut rencana, pelatihan mitigasi kebakaran akan dilakukan di setiap gedung di UMS.

Pelatihan ini, katanya, sekaligus untuk mengecek kualitas alat pencegah kebakaran. “Kemarin kami pelatihan alat pemadam api ringan atau APAR,” imbuh dia.
Pelatihan penggunaan hydrant menjadi bagian integral dari mitigasi kebakaran di lingkungan UMS. Ini merupakan komitmen UMS dalam meningkatkan keamanan dan mendukung kenyamanan belajar.
Dalam catatan Taufiq, seluruh gedung di UMS telah dilengkapi dengan fasilitas pencegahan kebakaran. Meliputi APAR, pendeteksi asap, sistem penyemprot air otomatis, hingga hydrant.
Taufiq menegaskan pihaknya bertekad untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan pengguna gedung di UMS. Pelatihan ini ditargetkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana, khususnya bencana kebakaran.
“Harapannya tentu pelatihan ini dapat melatih kesiapsiagaan bencana, demi menjamin keamanan gedung dan sigap dalam menangani bencana-bencana yang terjadi,” harapnya optimis. (Gede/Humas)
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UMS • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca