ums.ac.id, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Sekolah Rakyat pada Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Seminar Pondok Hajjah Nuriyah Shabran, UMS.

Mengusung tema “Menempa Nalar Politik Kader dalam Lanskap Intelektual Kampus dan Medan Gerak Persyarikatan”, Sekolah Rakyat menjadi ruang bagi kader IMM untuk memperkuat wawasan serta nalar politik dalam membaca berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan kampus maupun Persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua panitia, Khoirul Ibady Pinem, mengatakan bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, terutama kondisi politik saat ini yang dinilai semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

“Kami rasa kita perlu untuk meneguhkan diaspora sebagai kader IMM, bukan sekadar individu. Membentuk kader melek politik demi kemaslahatan, bukan kekuasaan ataupun batu loncatan,” Minggu, (13/9/2026).

Ketua Umum IMM Shabran, Nashiruddin Amin, memaparkan bahwa kader memiliki peran penting dalam lanskap kehidupan politik. Menurutnya, kader merupakan kelompok yang telah melalui proses pendidikan dan pembinaan, sehingga memiliki kapasitas untuk menjadi bagian penting dalam menentukan arah kehidupan organisasi maupun masyarakat.

“Kader merupakan kelompok manusia yang terbaik karena telah terdidik dan terlatih. Ia menjadi inti atau tulang punggung dari kelompok yang lebih besar dan terorganisasi secara permanen. Karena itu, perlu adanya pendalaman terhadap nilai-nilai politik dalam diri kader,” ujar Nashir.

Ia menambahkan, kader IMM ke depan akan memiliki peran yang semakin strategis, khususnya dalam kehidupan kampus.

Oleh karena itu, pemahaman dan kematangan nalar politik menjadi bekal penting agar kader mampu mengambil peran secara kritis dan bertanggung jawab.

“Tahun depan, teman-teman akan mengambil peran di kampus, sehingga perlu mempersiapkan diri sejak sekarang,” Tegasnya.

M. Fikri Azka, perwakilan Pimpinan Cabang IMM Sukoharjo, turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat yang dinilai menjadi ruang penting bagi kader untuk memperkuat kapasitas dan perspektif dalam menghadapi dinamika sosial-politik.

“Semoga acara ini dapat menajamkan nalar politik para kader, sehingga muncul kesadaran yang dapat membawa cahaya perubahan di negeri ini,” ujar Azka.

Sementara itu, Ibnu Masngud selaku perwakilan Direktur Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS menekankan pentingnya kader Muhammadiyah memiliki kesadaran politik tanpa harus terjebak dalam politik praktis. Ia sekaligus membuka acara secara resmi.

“Tidak semua orang harus terjun dalam politik praktis, akan tetapi sebagai kader Muhammadiyah kita tidak boleh apatis. Kader perlu menjaga integritas, moralitas, dan tetap memperhatikan khittah Muhammadiyah dalam setiap pergerakannya,” pungkasnya. (Zein/Adi/Humas)

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: UMSKunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...