Serang, 21 Mei 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan melakukan kunjungan dan pertemuan strategis dengan LPPM Universitas Muhammadiyah Banten dalam rangka membahas penguatan kerja sama antarlembaga melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), sekaligus menginisiasi pembentukan Forum Kolaborasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Provinsi Banten.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah di wilayah Banten, baik dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, publikasi ilmiah, maupun program pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas kampus.

Forum kolaborasi yang direncanakan akan melibatkan sejumlah PTMA di Provinsi Banten, di antaranya Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Muhammadiyah Banten, Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin, Politeknik ‘Aisyiyah Banten, serta perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah lainnya di wilayah Banten. Inisiasi forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi dan penguatan jejaring akademik PTMA tingkat provinsi dalam mendukung pembangunan daerah dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Banten, Mohamad Subchan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan Tim LPPM ITB AD serta semangat kolaborasi yang dibangun antarperguruan tinggi Muhammadiyah.

Beliau menegaskan bahwa sinergi antarkampus Muhammadiyah harus diarahkan pada program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab persoalan lingkungan, sosial, dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Banten.

Salah satu agenda strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif tingkat Provinsi Banten yang akan melibatkan mahasiswa lintas PTMA. Program ini dirancang dengan fokus pengabdian pada isu lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dalam konsep yang sedang dikembangkan, lokasi pengabdian akan diarahkan pada wilayah masyarakat Baduy sebagai bagian dari proses pengkajian nilai-nilai kehidupan masyarakat adat yang dikenal memiliki kearifan dalam menjaga keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan. Nilai-nilai tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi model edukasi dan implementasi sosial untuk mendukung pemulihan kerusakan lingkungan di kawasan perkotaan Banten, termasuk persoalan persampahan, pencemaran perairan, dan degradasi lingkungan perkotaan.

Tim LPPM ITB AD menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kerja sama administratif, namun berkembang menjadi gerakan akademik bersama dalam penguatan riset dan pengabdian berbasis solusi nyata bagi masyarakat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif, serta diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti penyusunan program kerja, pengembangan jejaring PTMA tingkat Provinsi Banten, dan pelaksanaan kegiatan kolaboratif secara berkelanjutan.

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...