Perwakilan mahasiswa Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) mengikuti agenda diskusi dan dialog bersama Wamen Komdigi, Nezar Patria, tentang penguatan ekosistem digital di Aceh. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Rafly Kande di Banda Aceh, 7 September 2026.

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai tetapi penuh semangat. Dipandu oleh Rafly Kande dan diselingi lagu-lagu favoritnya, acara tersebut menciptakan suasana dialog yang akrab serta interaktif. Acara ini turut dihadiri sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan akademisi, antara lain Wakil Rektor IV USK, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.;

Kemudia turut dihadiri juga oleh Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Iskandar, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Dekan FEB USK, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM; Wakil Dekan IV FEB USK, Dr. Muhammad Abrar, S.E., M.Si.; serta Dekan FE Unmuha, Dr. Marlizar, S.E., M.M.

Hadir pula perwakilan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital dan prodi lainnya dari FEB USK, serta perwakilan mahasiswa Bisnis Digital FE Unmuha, yaitu Haikal Fairuzi Maulana, Cut Najwa Ajalia, dan Helya Aqela Balqis.

Dalam dialog tersebut, Dekan FE Unmuha, Dr. Marlizar, S.E., M.M., menanyakan program konkret yang dapat dikolaborasikan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan Kemkomdigi untuk memperkuat ekosistem digital Aceh.

Secara khusus, beliau menanyakan ketersediaan program dukungan pendanaan atau akses pembiayaan bagi startup di Aceh, terutama startup yang dikembangkan oleh mahasiswa, alumni, dan generasi muda.

Pertanyaan tersebut menyoroti pentingnya dukungan yang tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga pendanaan, inkubasi, pendampingan (mentoring), jejaring industri, dan akses pasar. Dengan demikian, inovasi digital dari kampus dapat berkembang menjadi startup yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Menanggapi hal tersebut, Wamen Komdigi, Nezar Patria, menyampaikan bahwa Garuda Spark merupakan salah satu program yang dapat menjadi ruang kolaborasi dan direncanakan meluncur di Aceh pada November 2026.

Program ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat talenta serta inovasi digital, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda.

​Dialog tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar Aceh tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga mampu melahirkan talenta, startup, inovasi, dan ekosistem ekonomi digital yang berdaya saing. Perguruan tinggi, termasuk USK dan Unmuha, diharapkan dapat mengambil peran aktif melalui pendidikan, riset, inovasi, kewirausahaan, serta pengembangan talenta digital. (Humas)

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: UNMUHA (Universitas Muhammadiyah Aceh)Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...