Universitas Muhammadiyah Banten (UM Banten) mencatatkan capaian dalam ajang Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) 2026. Salah satu mahasiswinya, Rhiana Muflihah, menerima penghargaan sebagai bagian dari Kelompok Terbaik III pada penutupan KKN MAs 2026 di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (31/8/2026).
Rhiana, yang dipercaya sebagai sekretaris Kelompok 52, bersama anggota kelompoknya menjalankan program pengabdian di Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Penghargaan tersebut diterima Rhiana dalam acara penutupan KKN MAs 2026.
KKN MAs 2026 mempertemukan mahasiswa dari 49 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Sebanyak 1.601 mahasiswa diterjunkan ke 101 desa di Kabupaten Malang untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, UM Banten mendelegasikan dua mahasiswa, yakni Rhiana Muflihah dan Alvia Muflihatussolihah, yang didampingi dosen pembimbing Meki Polanda, M.Hum.
Partisipasi mahasiswa dari berbagai PTMA menjadi salah satu karakter utama KKN MAs yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian masyarakat, tetapi juga membangun ruang kolaborasi lintas kampus dan daerah.
Ketua KKN MAs 2026, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah penyelenggaraan KKN MAs 2026 yang telah memfasilitasi kolaborasi mahasiswa PTMA dari berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA
Menurutnya, pengalaman selama KKN harus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dan kolaborasi yang dapat terus berkembang setelah program berakhir.
“Silakan bangun jejaring, karena kami yakin mahasiswa ini nantinya mampu berkontribusi. Jejaring tersebut dapat menjadi modal kolaborasi setelah kembali ke daerah masing-masing,” kata Darmawan.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., yang secara resmi menutup kegiatan tersebut menegaskan bahwa KKN merupakan jembatan antara kompetensi akademik yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan dinamika kehidupan masyarakat di lapangan.
Pandangan senada disampaikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Ia menyebut tradisi KKN di UMM yang telah berlangsung sejak 1987 sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara terintegrasi melalui pendidikan, penelitian, dan aksi sosial.
“KKN tidak hanya tentang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga disertai penelitian dan kegiatan akademik untuk mengedukasi masyarakat. Semoga kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi selama KKN dapat diterapkan dalam kehidupan profesional dan sosial,” ungkap Muhadjir.
Berakhirnya KKN MAs 2026 menjadi penanda selesainya proses pengabdian ribuan mahasiswa PTMA di Kabupaten Malang. Bagi UM Banten, penghargaan yang diraih Kelompok 52 menjadi salah satu capaian sekaligus bukti keterlibatan mahasiswa dalam kolaborasi nasional Muhammadiyah-Aisyiyah.
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UM Banten (Universitas Muhammadiyah Banten) • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca