PWMJATENG.COM, REMBANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menggebrak pola syiar Islam melalui pendekatan dakwah kultural yang unik dan inklusif. Langkah nyata tersebut kemudian mewujud dalam gelaran pentas wayang kulit sekaligus pelantikan pengurus komunitas motor BikersMu di Kabupaten Rembang, Sabtu (12/9/2026) malam.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menegaskan pentingnya merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat. Oleh karena itu, ia menilai seni tradisi seperti wayang kulit serta aktivitas komunitas otomotif merupakan sarana efektif untuk menyebarkan syiar Islam yang ramah dan mencerahkan.


Kolaborasi Wayang Kulit dan Komunitas Motor


Sementara itu, pentas seni budaya yang berlangsung di Padepokan Dalang Ki Sigid Ariyanto, Taman Budaya Sambongan, Rembang, ini menyajikan lakon Suryo Ndadari. Pertunjukan tersebut menampilkan duet dalang ternama, Ki Sigid Ariyanto bersama Ki Ketut Budiman, S.T., M.T.

acara ini lahir atas kolaborasi antara Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Jawa Tengah bersama PDM Rembang, Gelaran budaya ini juga mendapatkan dukungan penuh dari anggota DPR RI yang sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Semarang, Dr. H. Edy Wuryanto.

“Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kolaborasi pentas wayang kulit ini. Mudah-mudahan berjalan lancar, sukses, dan berkah,” ujar Tafsir saat sesi wawancara di lokasi acara.

Selanjutnya, bersamaan dengan pentas seni tersebut, Muhammadiyah Jawa Tengah resmi melantik jajaran pengurus BikersMu Korwil Jawa Tengah dan Kabupaten Rembang. Bahkan, kehadiran komunitas otomotif roda dua ini berhasil memperluas jangkauan dakwah hingga ke sudut-sudut jalanan.

“Selamat juga kepada jajaran BikersMu yang baru saja dilantik. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari dakwah komunitas yang ke depan perlu dikuatkan dan dikembangkan dalam rangka membangun Muhammadiyah yang berkemajuan,” tuturnya.


Prinsip Rahmatan lil ‘Alamin di Jalanan


Dalam kesempatan itu, Tafsir menjelaskan bahwa komunitas BikersMu harus membuka ruang baru untuk menebar kebaikan. Menurutnya, pengurus dan anggota di jalanan tidak boleh memukul, melainkan harus merangkul semua pihak demi mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Di samping itu, Tafsir menepis pandangan sebagian masyarakat yang menganggap Muhammadiyah tabu terhadap seni tradisi. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memegang teguh prinsip memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.


Komitmen Syiar Berkelanjutan 


Dengan demikian, segenap pimpinan berharap penguatan dakwah komunitas melalui seni dan hobi ini terus berlanjut secara konsisten.

Pada akhirnya, sinergi antara seni wayang dan komunitas otomotif ini membuktikan keberadaan Muhammadiyah Jawa Tengah yang makin fleksibel serta berkemajuan. Harapan besar pun mengalir agar dakwah unik ini membawa keberkahan dan kebahagiaan dunia akhirat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor: Akmal

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: pwmjateng.comKunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Berita Daerah

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...