September 10, 2026, oleh

Malang (beritajatim.com) – Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2026 turut eksistensi di taraf global. Tak hanya menyambut ribuan mahasiswa domestik, perhelatan akbar generasi ke-26 ini juga diikuti puluhan mahasiswa internasional dari 29 negara yang tersebar di berbagai belahan dunia, mulai dari Gambia, Jepang, Thailand, Vietnam, sampai Kongo.
Sejak pembukaan berlangsung, suasana interaksi lintas negara langsung tercipta di lingkungan Kampus Putih. Foday Muhammad Jabi, mahasiswa anyar Program Studi Matematika asal Gambia yang menempuh pendidikan lewat program Beasiswa Internal (sUMMit) UMM, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap atmosfer penyambutan kampus yang begitu dinamis serta penuh kehangatan.
“Saya merasa sangat senang karena bisa bertemu dengan teman-teman baru dari negara yang berbeda. Mereka semua ramah dan saling bercerita tentang negaranya masing-masing,” kata Foday, Rabu (9/9/2026).
Foday menambahkan, perjumpaan dengan kawan dari latar belakang beragam menjadi memori berharga baginya. Kesempatan bertukar cerita mengenai budaya asal sekaligus membuka jalan bagi mahasiswa asing untuk menjalin relasi sejak awal masa perkuliahan.
BACA JUGA
Selain interaksi sosial, suguhan ragam tari dan kesenian Nusantara dalam seremoni pembukaan turut menyita perhatiannya. Foday menilai pertunjukan seni tersebut memberinya kesempatan langka menyaksikan langsung kekayaan tradisi Indonesia tanpa perantara layar kaca.
Senada dengan Foday, mahasiswa asal Thailand penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Hamdan Celoh, mengaku mendapatkan perspektif segar selama mengikuti seluruh rangkaian orientasi kampus. Ia terkesan melihat kekompakan ribuan peserta yang berkumpul dan bergerak serentak mengikuti arahan panitia.
“Pesmaba memberikan pengalaman baru bagi saya. Saya bisa melihat bagaimana mahasiswa di UMM berkumpul dan mengikuti kegiatan bersama. Saya juga tertarik dengan budaya Indonesia yang ditampilkan melalui berbagai pertunjukan,” ujar Hamdan.
Daya tarik keberagaman juga ditegaskan oleh Akuzibwe Ruvogo Armel, mahasiswa asal Kongo penerima Beasiswa Internal sUMMit UMM. Akuzibwe menilai perjumpaan multikultural di Pesmaba merupakan pintu gerbang strategis untuk memperluas jejaring persahabatan global.
“Menurut saya, hal yang menarik dari Pesmaba adalah bisa bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Saya berharap bisa memiliki banyak teman dari Indonesia maupun negara lain selama belajar di UMM,” kata Akuzibwe menutup.
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UMM • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca