Umsida.ac.id – Tim PPK Ormawa Himmapik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengedukasi siswa kelas V SD Muhammadiyah Trawas tentang pemilahan sampah dengan metode Game Based Learning.
Diikuti oleh sekitar 18 siswa, kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada Kamis, (3/9).
Risqi Amirullah selaku Ketua PPK Ormawa menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dini.
Lihat juga: 17 Pelaku UMKM Wonosunyo Dapat Legalitas Usaha Didampingi PPK Ormawa Umsida
“Karena di Kesiman sendiri permasalahan sampahnya cukup banyak dan masih banyak yang tercampur. Jadi, kami mengambil topik pemilahan sampah sebagai langkah awal untuk mendukung program Bio Circular Agro Estate (BCAE) dalam mengurangi volume sampah,” terangnya.
Tim PPK Ormawa menyasar anak-anak SD karena kebiasaan memilah sampah perlu dikenalkan sejak dini, supaya nantinya bisa diterapkan baik di sekolah maupun di rumah.
“Edukasi disampaikan secara interaktif agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat mengenali dan menerapkan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
PPK Ormawa Gunakan Flashcard dan Kuis Cerdas Cermat

Dalam pelaksanaannya, tim PPK Ormawa memberikan materi mengenai pengenalan jenis-jenis sampah dan cara memilahnya dengan tepat.
“Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kami memanfaatkan media flashcard yang berisi berbagai contoh sampah yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Amir.
Mahasiswa membuat flashcard sendiri yang berisi jenis-jenis sampah yang dilengkapi juga dengan cara pengolahannya.
Jadi, siswa tidak hanya belajar membedakan sampah organik dan anorganik, tetapi juga mengetahui sampah tersebut selanjutnya bisa diapakan atau dimanfaatkan.
“Materinya kami buat sederhana dan menarik agar mudah dipahami oleh siswa SD,” jelasnya.
BACA JUGA
Selain itu, mahasiswa juga membuat kuis cerdas cermat bertema sampah.
“Kami mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan sekaligus melatih keberanian, keaktifan, dan kemampuan mereka dalam memahami pentingnya pengelolaan sampah,” jelasnya.
Aurellia, salah satu anggota tim PPK Ormawa menjelaskan bahwa penggunaan Game Based Learning dipilih agar edukasi pemilahan sampah dapat diterima siswa dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.
“Dengan menggunakan flashcard dan kuis cerdas cermat, kami ingin mengajak siswa untuk belajar sambil bermain. Harapannya, mereka tidak hanya memahami jenis-jenis sampah, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aurell.
Antusias Siswa Belajar Memilah Sampah

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Para siswa aktif mengikuti permainan, menjawab pertanyaan, dan berinteraksi dengan mahasiswa.
“Seru belajar pakai kartu gambar. Saya jadi tahu sampah seperti sisa makanan, botol plastik, dan sampah lainnya harus dibuang ke tempat yang berbeda. Saya juga jadi ingin mencoba memilah sampah di rumah,” ujar Jasmin, salah satu siswa.
Pihak sekolah pun sejak awal sudah kooperatif. Tim PPK Ormawa menyesuaikan waktu dan kondisi pembelajaran agar kegiatan dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu kegiatan belajar siswa.
Lihat juga: PPK Ormawa Umsida Bekali Pelaku Usaha Kejapanan Tentang BMC
“Kegiatan ini penting untuk menumbuhkan kesadaran siswa sejak dini, terutama dalam membiasakan siswa memilah sampah dari lingkungan terdekat,” ujar Habib Sholeh SPdI, Kepala SD Muhammadiyah Trawas.
Ia juga mengapresiasi penggunaan flashcard karena membuat penyampaian materi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.(Vivi)
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UMSIDA • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca