Semarang – Penguatan jejaring akademik internasional terus dilakukan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melalui program Visiting Professor dan International General Lecture. Kali ini, UNIMUS menghadirkan Professor Michael Rappolt dari School of Food Science and Nutrition, University of Leeds, United Kingdom, untuk berbagi pengetahuan sekaligus membuka peluang kolaborasi riset di bidang pangan dan teknologi.

Kegiatan yang diselenggarakan Faculty of Science and Agricultural Technology UNIMUS tersebut mengangkat tema “Advances in Food Lipid Crystallisation and Molecular Self-Assembly”. Kegiatan berlangsung Selasa, 8 September 2026, di VIP Room GKB 3 Lantai 9 UNIMUS. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi akademik yang melibatkan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA) Semarang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor IV UNIMUS Muhammad Yusuf, S.STPi., M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Pangan Dr. Nurhidajah, S.TP., M.Si., beserta jajaran dosen dan staf. Perwakilan UNDIP dan UNIKA Semarang turut hadir dalam forum akademik tersebut.

Dalam sambutannya, Muhammad Yusuf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Professor Michael Rappolt di UNIMUS. Menurutnya, kehadiran akademisi internasional menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun peluang kolaborasi penelitian.
“Ini adalah penghormatan untuk Universitas Muhammadiyah Semarang, terutama untuk Fakultas Sains dan Teknologi, untuk menghadirkan Anda di sini,” ujar Muhammad Yusuf.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat membuka lebih banyak ruang pembelajaran dan kerja sama penelitian pada masa mendatang.
“Semoga ada banyak kesempatan bagi kita untuk belajar, untuk mencari kesempatan di masa depan untuk membuat penelitian di kampus kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Professor Michael Rappolt mengaku kunjungannya ke Indonesia menjadi pengalaman yang berkesan. Ia menyebut bahwa ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia dan mengaku terkesan dengan berbagai pengalaman baru yang ditemuinya selama berada di tanah air.
“This is the first time for me in Indonesia. I’m looking at everything with the eyes of a boy and not as an old man, because everything is new, so exciting and refreshing and vivid,” tutur Professor Michael.
BACA JUGA

Selama sekitar satu minggu berada di Indonesia, ia juga mendapatkan pengalaman serta jejaring baru yang menurutnya akan menjadi bagian berharga dari perjalanan akademiknya.
“Even though I’m only one week here, I will go home with many new experiences and new contacts that I made in Indonesia,” ujarnya.
Dalam paparannya, Professor Michael menjelaskan perjalanan akademiknya yang bermula dari bidang fisika dan kemudian berkembang ke biofisika, khususnya penelitian biomembran dan lipid. Sejak 1989, X-ray scattering menjadi salah satu metode utama yang digunakannya untuk memahami material pada skala molekuler.
Fokus penelitiannya kemudian berkembang pada lipid pangan, khususnya trigliserida dan proses kristalisasinya. Selama berkiprah di University of Leeds, ia mengembangkan keahlian dalam bidang lipid biophysics dan food science, termasuk penelitian mengenai bagaimana lipid pangan mengalami proses kristalisasi.
Menurut Professor Michael, pemahaman mengenai kristalisasi lipid memiliki keterkaitan dengan berbagai produk pangan dan industri. Salah satu bidang yang menjadi bagian dari penelitiannya adalah cokelat, termasuk proses pengolahan dan karakteristik lemak yang memengaruhi produk akhir.

Kehadiran Professor Michael menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi internasional dengan sivitas akademika UNIMUS serta perguruan tinggi mitra. Kolaborasi bersama UNDIP dan UNIKA Semarang turut memperluas ruang interaksi akademik dan membuka peluang pengembangan jejaring riset lintas perguruan tinggi.
Melalui program Visiting Professor dan International General Lecture, UNIMUS terus mendorong internasionalisasi yang tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi diarahkan pada kolaborasi riset, publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, dan penguatan jejaring akademik global.
Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih berkelanjutan di bidang pangan dan teknologi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
![]()
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UNIMUS • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca