MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengapresiasi perkembangan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru yang memasuki usia ke-70 tahun.

Menurutnya, kemajuan tersebut terlihat dari pengembangan pendidikan, dakwah, hingga tradisi literasi di tingkat cabang.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir pada Sabtu (12/9) dalam Refleksi Milad ke-70 PCM Kebayoran Baru dan Hari Bermuhammadiyah Jakarta Selatan.

Muhadjir mengaku terkesan dengan penampilan siswa-siswi sekolah Muhammadiyah di Kebayoran Baru, mulai dari musik, Tapak Suci, hingga seni tari. Di sisi lain, ia mengapresiasi kemampuan PCM Kebayoran Baru mengembangkan tradisi literasi hingga menerbitkan karya buku.

“Saya sangat terkesan siswa-siswi di sekolah Kebayoran Baru ini, mulai dari penampilan musik, Tapak Suci, tari. Dan semua visinya berkemajuan, termasuk menerbitkan buku,” ungkapnya.

Menurut Muhadjir, kemampuan menerbitkan karya buku di tingkat cabang menunjukkan perkembangan PCM Kebayoran Baru yang tidak biasa.

“Saya kira untuk level PCM bisa menerbitkan karya buku itu tidak sembarangan. Ini PCM kelas PDM,” ujarnya.

Refleksi Milad ke-70 tersebut dirangkai dengan sejumlah agenda, antara lain peresmian Gedung Limaunese Edu Sky SMK Muhammadiyah 3 Jakarta, peresmian Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) baru, peluncuran buku Educational Brand Equity Strategy, peluncuran buku 70 Tahun PCM Kebayoran Baru, peluncuran SD Tahfidz Ibnu Sina Muhammadiyah, serta peluncuran SD NASA (Nature of ‘Aisyiyah). Rangkaian kegiatan juga diisi dengan KebayoRun, jalan santai, dan berbagai penampilan siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir mengingatkan bahwa perkembangan PCM Kebayoran Baru selama tujuh dekade tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para pendahulu yang telah merintis dan membesarkan Muhammadiyah di wilayah tersebut.

“Usia 70 tahun PCM Kebayoran Baru pasti sudah banyak sentuhan tangan, pijakan kaki dari para tokoh Muhammadiyah yang membesarkan PCM Kebayoran Baru hingga sekarang menjadi salah satu PCM yang luar biasa ini,” katanya.

Karena itu, ia mengapresiasi pemberian penghargaan kepada para tokoh PCM Kebayoran Baru dalam rangkaian milad. Menurutnya, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan baik yang telah ditinggalkan.

Perkembangan PCM Kebayoran Baru sebelumnya juga memperoleh pengakuan dalam CRM Award VI 2025. PCM Kebayoran Baru masuk dalam jajaran finalis PCM Unggulan dan memperoleh penghargaan kategori PCM Menginspirasi.

Muhadjir menilai perkembangan tersebut penting dalam konteks Muhammadiyah sebagai gerakan yang tumbuh kuat di lingkungan perkotaan. Menurutnya, dinamika masyarakat urban menuntut Muhammadiyah untuk semakin mampu memperkuat kehadirannya di kota.

“Muhammadiyah itu adalah fenomena organisasi perkotaan, gerakan urban, urban movement. Karena itu, Muhammadiyah mestinya lebih eksis di kota,” ujarnya.

Ia berharap momentum tujuh dekade menjadi pijakan bagi PCM Kebayoran Baru untuk menjaga warisan para pendahulu sekaligus terus melakukan pembaruan dalam menghadapi perkembangan masyarakat perkotaan. (taufik)

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: Persyarikatan MuhammadiyahKunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...